Malam ini biasa saja. Biasa bagi sebagian mereka yang tak punya waktu untuk menyapa dunia. Mereka setiap hari asyik menatap monitor beradiasi, kesepuluh jarinya menari lincah diatas papan keyboard yang keras, dan mebiarkan secangkir teh panas menjadi dingin sama seperti dengan tatapan mereka pada langit yang temaram.
Bagiku, malam ini cukup kelabu. Penyebabnya? Ah, tak usah tanyakan itu padaku. Akupun masih menenggelamkan wajah dan segenap pikiran pada alam yang selalu terasa memeluk dari kejauhan mata. Indahnya rasi bintang bersama senyum sang rembulan sama sekali tidak mempengaruhi hatiku. Apakah aku mati rasa? Terkadang aku ingin seperti 'mereka' yang begitu acuhnya memandang langit, tegar melintasi hujan, dan tak takut terbakar teriknya matahari siang demi monitor kesayangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar