Minggu, 01 Maret 2015

the Indonesian word "sayang"

I've always loved the word "sayang".

It's term used to express endearment and affection. It can be equated to 'dear', 'darling', or 'sweetheart' when reffering a person. The word itself could also mean 'like' or 'love' but in its usage, i find it is much deeper than that.

Whenever i heard the word "sayang", it always expresses a mixture of emotions. It is not 'cinta' which means love-often used to express romantic love and also familial love. "Sayang" is more about affection, care, liking, loving as it is. Doesn't mean it's not as deep or meaningfull tough. 

Whenever i hear 'cinta', it makes me think of those passionate feelings. Like a neep or a want, maybe even possesive to a certain extent, like 'aku cinta kamu' (i love you), or a mother love's to her child. For some reason i feel a certain hold, grabbing sense to the word.

But whenever i heard "sayang", there's a sense of affection and acceptance. It exudes warmth, care, and softness. It also feels more unconditional when used in sentence, for example 'aku sayang kamu' does't translate directly to just 'i love/like you but it's more like "i care about you, deeply".

Perhaps it closer to 'i adore you'.

So in some sense, I feel most of time 'sayang' word is stronger word to expresss love because 'cinta', there is feeling of 'pamrih' (reward/purpose like 'you make me feel the love') but with 'sayang' it's mor unconditional, more sincere.

The interesting part about the word 'sayang' is also its other uses, such as when it's being used in conversation like this; "ah sayang sekali" (ah that's so bad), "iya, sayang ya" (yeah, what a pity).

Now when used and translated like this, it sounded negative, but there's no direct translation for what it actually expresses. When used in such context (aka loss) the usage 'sayang' expresses acceptance to certain extent. There's still a strong sense of loss, regret and sadness, but usually usage signifies that the person who say it already in the process letting go, or else they wouldn't use word. It's quite complex.

Thus, the emotions conjured by the word 'sayang' while usually less passionate than 'cinta', seems more enduring as the feelings involved simmers actively just beneath the surface. Slowly, but surely. 

It's just beautiful, sincere word to express an act of unconditional affection, or a more durable kind of love, that could stand through the tests of time.




  

Selasa, 17 Februari 2015

Kenapa Kamu Sayang Aku?

Kenapa kamu sayang aku? Padahal kan aku ga selalu bikin kamu bahagia?

Emang sih, aku ngga selalu bahagia sama kamu. Kadang kamu emang bikin aku sedih ketika aku ngecewain kamu atau ketika aku bikin kesalahan yang bikin kamu sedih juga. Aku sedih karena aku pikir aku bukan orang terbaik yang bisa bikin kamu bahagia terus atau aku bukan orang yang terbaik untuk tau apa yang kamu mau dari aku.
Tapi, kadang kamu juga bikin aku takut. Misalnya malam ini aku pulang aku taku kalau di jalan aku kenapa-napa dan ini jadi kenangan terakhir kita karena mungkin aku belum bisa kasih kamu kenangan terindah dan terbaik selama perjalanan hubungan kita. Aku juga takut jangan-jangan hubungan ini bukan punya kita aja, tapi bisa aja hubungan ini jadi punya kedua orang tua kita semisal tiba-tiba aja mereka ga sreg sama aku dan nyuruh kita pisah. Aku akut karena bisa aja ini swaektu-waktu diambil dari aku. Tapi aku juga kecewa misalnya aku pergi ke luar kota, aku lupa ngehubungin kamu dulu sebelum tidur, hariku jdai ga lengkap.Tak tahu kenapa, ada yang bedaaja. Omongan/tulisan selamat tidur atau selamat malam dari kamu bisa membuat hariku menjadi lengkap.

Kamu kenapa sih sayang sama aku?

Karena aku ngga selamanya bahagia sama kamu. Aku juga ada sedihnya, aku juga ada takutnya, dan aku juga ada kecewanya. Karena kamu satu paket sama itu dan aku yakin kamu pun juga begitu :)




Rabu, 11 Februari 2015

Pada Senja yang Sama

Lagi-lagi, senja hari yang sudah lama tak ku temui. 
Entah sudah berapa musim aku sudah tak mengingatmu lagi. 
Aku berada dalam tenang, 
yang meletakkanku kenangan dalam sudut hati yang terdalam dan terjauh. 
Ini senja yang sama saat aku menatapmu terakhir kali. 

Terakhir kali kamu datang, saat aku sudah jengah sekali untuk menanti.
Aku hampir kehilangan pilihan, 
tapi aku tak mau beranjak sebelum kamu kembali. 
Katamu, penantian itu tak pernah lebih berarti daripada kedatangan setulus hati. 

Kamu benar. 
Selama apapun yang kuhabiskan untuk menunggu,
jika tak ada kedatanganmu aku bisa apa? 
Ketika itu , aku sudah bilang tak percaya lagi pada janji. 
Tapi kamu mengucap lagi untuk kuterima seperti sebelumnya.

Senja itu, hujan datang lebih dulu daripada kamu.
Dia memberiku pilihan untuk tidak terlalu kuyup dalam penantian tentangmu.
Lalu aku menikmatinya seolah aku tak sedang menunggumu. 
Kemudian kamu datang dan mengucapkan perpisahan. 

Di musim yang sama kala itu, 
sekarang aku sedang menunggumu.
Bedanya, senja ini terik sekali. 
Hujan tak akan datang sebelum kamu. 
Dan kamu tak akan datang setelahnya.


Minggu, 08 Februari 2015

She 'was' My Bestfriend

Did you have a best friend? Yes i was. Why 'was'? Because it is past time. Long time ago. I dont belive that really best friend still exist in this world.

Best friend is someone who really close, that you could sharing anything about everything with her, and absolutely have the same gender. If the different gender that's called modus LOL ! =D bestfriend become love. That's the law.

So, what do you called bestfriend? Someone who listens you whatever you said? Someone who always goes with you anytime and anywhere? Someone who always laughs and craze together? Someone who is always there when you needed? Or what?

Well, the preciption every people os different. It's okay if that i explained above were the meaning of best friend for most of people, but i think best friend is more than that.

Belonging together with bestfriend is....that moment when you eating together, you'll scrambling to pay the foot that you both eat, and dont want to paid off :p

Together with bestfriend..,you just don't laugh and craze, you can share knowledge and mutual support to be better than before.

Together with bestfriend...she who always reminds us in her favor, when we are her calm, because she makes is closer to the God.

Together with bestfriend...she who always offer help and without a doubt help, and never think to do that. She who alwaus can share stories, sad, happy, sorrow, and other flavors.

Together with bestfriend...she firmly warned that you start something wrong. Taking you come back to the right way..

The last one, along with bestfriend...you can be yourself truthfulness, without pretending masked to be someone else.

And now, im thinking bestfriend like that just the memory


Sabtu, 06 Desember 2014

Kepada Orang yang Baru Patah Hati

Kepada orang baru saja patah hati, persilahkan dirimu untuk bersedih. Orang-orang punya pandangan aneh untuk bersedih. Seakan-akan bersedih adalah hal yang tabu.Seakan kamu harus buru-buru tertawa, setelah hal buruk menimpa. 

Tapi tidak.
Seperti hujan di tepi senja, kamu harus membiarkan setiap sendu yang ada. Setiap kematian butuh peratapan, begitupun cinta yang telah mati. Maka lakukanlah apa yang orang patah hati lakukan. Menangis hingga kamu tidak bisa mendengar suara kamu sendiri, makan coklat sebanyak-banyaknya, mandi air panas hingga jarimu pucat, pergi ke cafe dengan tatapan nanar, pesan satu gelas es teh manis. karena kopi mungkin terlalu pahit diminum disaat yang seperti ini.

Izinkanlah dirimu bersedih. Menangislah seakan ini terakhir kalinya kamu dikecewakan seseorang, menangislah seakan kamu lupa caranya berharap.

Kepada orang yang baru patah hati, setelah kamu bosan bersedih,inilah saatnya kamu mengangkat dirimu kembali. Mulai dengan hal yang mudah; kamu bisa dengan memetik gitar dengan mengambil nada mayor yang bahagia, ambil piano dan bermain soneta yang indah, atau jika kamu tidak bisa bermai musik, lihatlah dirimu di depan cermein, dan bersenandunglah. Lalu diantara nada-nada itu bisikkan kepada dirimu sendiri, 'aku pantas untuk bahagia'.

Kepada orang yang baru patah hati, selalu ada teman untuk menemani kamu. Pergilah bertemu temanmu, tertawalah sampai lupa waktu, tanyakan kabar teman yang lain, pamerlah keberhasilanmu di bidang yang kamu suka, dan jika memungkinkan...nongkronglah sampai kamu diusir dari tempat itu. 

Memang kenangan terhadap dirinya masih sering mangganggu. Tempat yang kalian pernah datangi, tidak akan terasa sama. Teman yang belum tahu, mungkin akan mengahampirimu dan bertanya, 'si dia mana ya?', yang akan kamu balas dengan senyum tipis, entah bagaimana menjawabnya. Tapi percayalah satu hal, semua ini akan berlalu. Sama seperti hal lain di dunia, semua hal buruk pasti akan beranjak pergi, hujan pasti akan terganti langit biru, gelap pasti terganti terang, dan luka pasti akan terganti dengan senyuman tipis di bibir.

Kepada orang yang baru patah hati, bersabarlah.Karena di setiap gelap ada cahaya kecil, karena di setiap sakit ada pembelajaran, karena kamu pantas untuk bahagia kembali. 

Rabu, 05 November 2014

Selamat 20 tahun Tyaaan :)

Untukmu, aku semmpatkan waktu ini.
Untukku, kau sempatkan waktumu.
Tidak lama, tapi cukup untuk mendengarkan kisah hidupmu selama 20 tahun ini.
Tidak lama, tapi cukup untuk mendengarkan kisah kita yang baru saja dimulai.

Dan aku pun tak pernah bosan.
Kamu pun begitu.

Selamat ulang tahun sayang, selamat 20 tahun.
Selamat ulang tahun buat sosok yang selama ini memandangku dari kejauhan :)
Semoga kamu lebih dewasa dalam pemikiran dan tingah laku. Kamu sudah 20 tahun. Usia yang diakhiri dengan angka 0 adalah suatu awal permulaan kehidupan yang baru.

Aku tahu, sesulit apapun hidup, hidup akan terus berjalan. Ada aku, yang akan (selalu) disampingmu. Jangan sering menunda pekerjaan. Kamu udah gede, seenggaknya lebih gede dari aku. 
Rajin kerja yaa, pasti ada hikmahnya kok. 

Sekali lagi selamat ulang tahun sayang.. 20 tahun lalu kamu dilahirkan dengan segala harapan dan doa dari orang tua. Sesosok bayi mungil yang banyak membawa harapan bagi orang tua.

Tak gampang memang membawa harapan yang sebesar itu. Mungkin pundakmu akan lelah membawa haraapan yang bertambah seiring dengan bertambahnya umurmu yang baru. harapan ntuk menjadi yang lebih baik, harapan agar membahagiakan orang tua, harapan untuk menjadi orang berguna, seperti doa yang selalu dipanjatkan orang tuamu setelah beribadah kepada-Nya.

Disaat kau mlai lelah, berhentilah sejenak, hirup nafas dalam-dalam, dan lanjutkan perjalanan. perjalananmu masih panjang. Perjalanan membawa harapan, perjalanan mewujudkan harapan.

Kalau kau menemukan orang yang akan mendampingimu mewujudkan harapan-harapan itu, seorang yang akan berdiri disampingmu, membantu memikul beban harapan di pundakmu, mereingankan segala langkah perjalananmu. Bersabarlah, kamu pasti akan menemukannya.

Bertammbahlah dewasa, jadilah pribadi yang lebih baik, jangan sakiti orang yang menyayangimu,, bahgiakanlah mereka seperti mereka yang selalu berusaha membahagiakanmu.

Tetaplah berusaha menggapai semua yang kamu inginkan, agar beban di pundakmu berkurang sedikit demi sedikit, agar kau tak lelah dalam perjalanan umurmu.
Mungkin tahun ini kamu bersamaku dan belum tentu tahun depan seperti itu lagi. Tapi setidaknya aka berusaha bersamamu.

Tetaplah bertawakal dan beribadah kepada-Nya. Jangan pernah melupakan-Nya.
Tetaplah menjadi Tyan yang baik, yang punya banyak teman, yang bisa menghibur orang dikala mereka sedang duka, yang selalu bahagia dan tetaplah menjadi Tyan seperti apa adanya.


Selamat berkepala dua sayang. Semoga selalu diberi kesehatan dan keselamatan untuk memikul seluruh beban harapan :)





dari yang selalu merindukanmu,
tyaraa


Bogor, 5 november 2014, 5.16 AM

Minggu, 26 Oktober 2014

Sekedar Tulisan untuk Kakaa

innalillahi wa inna ilaihi rodjiun..

Andhika Candra Pratama, siapa sangka dalam usiamu yang baru akan menginjak 20 tahun, akhirnya harus meninggalkan dunia ini lebih cepat dari kebanyakan orang.
Kaget dan tercengang. Sosokmu yang begitu ceria dan ramah, tiba-tiba sajja pergi. Seperti tidak mungkin. Mungkin ini peringatan bagi kita, bahwa maut menjemput memang bisa kapan saja, dimana saja, dan dalam keadaan apa saja.

sudah 2 kali tagline hidupku tentang kematian. 22 januari 2013 kala itu, dan 25 Oktober 2014 kemarin senja. Di jalan yang sama. Jalan itu merenggut orang yang ku sayang. Kenapa harus di tempat yang sama?

ada duka menyelimuti dada, rasanya sesak. apakah memang baru saja ada yang mati, atau hanya berjalan pergi? katanya berjalan bersama adalah bahagia? tapi, menggenggam tangannya saja aku tak bisa. bahkan untuk yg terakhir kalinya.

membicarakan ini membuatku kehilangan daya. tapi memendam diam membuat lebih sakit dan sesak. aku tak tahu bagaimana menyampaikan kupikir mungkin dengan hati yang sedang kencang ku genggam kamu akan paham.

kamu pergi tanpa ijin. ada yang melilit sekali di dalam hati, ketika ku dengar kabar kau sudah tiada. sudah ku lepaskan sedih ini namun tak juga berhenti.

Aku tahu jika semua sudah punya waktunya, termasuk kematian. tapi tak ku sangka kamu pergi secepat itu.

Sia-sia saja berjalan ke pemakaman, karena hanya akan menumbuhkan harapan agar kau kembali bersama kami..

Mengantarmu pergi seperti melepas paksa jantung yang menghentikan nadi.
Cukup rasa saja yang mati hari ini.


selamat jalan kawan, rekan, teman seperjuangan, sahabat terbaikku. Andhika Candra Pratama. Semoga dapat tempat terindah di sisi-Nya. Amin. God blesses you always :)